News Update :
Home » , » TEORI PEMBUATAN KEPUTUSAN (Book Report IV)

TEORI PEMBUATAN KEPUTUSAN (Book Report IV)

Penulis : Sefri Wandana Hasibuan on Kamis, 06 Desember 2012 | 00.30


Oleh: Azhar Kasim
Lembaga Penerbit: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

BAB I: PERLUNYA PEMBUATAN KEPUTUSAN
A.       Alasan Mengapa Perlu Mempelajari Pembuatan Keputusan
Pembuatan Keputusan adalah fungsi utama seorang manajer atau administrator, kemudian kemampuan dalam pembuatan keputusan akan langsung mempengaruhi karier, balas jasa (Rewards) dan kepuasan kerja dari manajer yang bersangkutan.
Alasan utama tentang mengapa perlunya mempelajari teori dan teknik pembuatan keputusan adalah karena hal tersebut dapat meningkatkan kemampuan para pembuat keputusan, seperti manajer atau seorang administrator.
B.       Hakikat Masalah Yang Dihadapi Oleh Para Pembuat Keputusan
Suatu Keadaan dikatakan sebagai masalah apabila terdapat perbedaan antara kondisi yang diinginkan dan kondisi yang nyata dialami.
Meskipun Demikian, harus diketahui bahwa tidak semua masalah perlu penanganan yang serius karena kita harus memperhitungkan manfaat dari pemecahan masalah tersebut. Pada prinsipnya, haya masalah yang penting saja yang perlu penanganan yang serius.
C.       Mencari dan Menyusun Alternatif- alternatif Bagi Penyelesaian Masalah
Intensitas pencarian altirnatif- alternatif bagi penyelesaian masalah tergantung pada strategi pembuatan keputusan yang dipakai. Ada tiga kelompok strategi dasar dalam pembuatan keputusan yaitu strategi optimasi, strategi kepuasan, dan strategi quasi kepuasan.
Strategi optimasi memerlukan pembuatan perkiraan untuk perbandingan nilai dari tiap alternatif keputusan yang mungkin untuk dipertimbangkan. Sebaliknya, pada sisi lain adalah strategi kepuasan yang hanya berusaha mencari alternatif kepuasan yang hanya berusaha mencari alternatif keputusan sampai ditemukan alternatif yang memenuhi persyaratan minimum.
D.      Beberapa Strategi- strategi Lain Dalam Pembuatan Keputusan
Disamping strategi- strategi utama pembuatan keputusan yang telah dibahas dalam b utir sebelumnya, dalam butir terakhir telah dibahas variasi strategi- strategi pembuatan keputusan yang lain, yang merupakan bentuk antara seperti strategi quasi, strategi kepuasan, dan strategi quasi optimasi.
BAB II: ANALISIS KEPUTUSAN
A.       Kriteria Untuk Pembuatan Keputusan Bagi Situasi Masa Depan yang Tidak Pasti Tanpa Menggunakan Probabilitas
Ada 3 kriteria yang bisa dipakai untuk pembuatan keputusan bagi situasi masa depan yang tidak pasti tanpa menggunakan probabilitas yaitu:
1.      Maximin dan Minimax
2.      Maximax dan Minimin
3.      Minimax Regret
Di samping itu, ada 2 kriteria pembuatan keputusan yang menggunakan perhitungan probabilitas yang sederhana yaitu:
1.      Kriteria Hurwich
2.      Kriteria Laplace
Tiap Kriteria cenderung menghasilkan alternatif keputusan yang berbeda karena tiap- tiap kriteria tersebut berdasarkan penekanan kepada aspek yang berbeda pula.
B.       Kriteria Untuk Pembuatan Keputusan Bagi Situasi Masa Depan yang Tidak Pasti Dengan Menggunakan Probabilitas
Untuk pembuatan keputusan dalam situasi masa depan yang tidak pasti tetapi dapat diketahui probabilitasnya dikenal 2 kriteria dasar yaitu:
1.      Expected Monetary Value (EMV)
2.      Expected Oppurtunity Loss (EOL)
Tiap Kriteria akan sampai kepada kesimpulan alternatif keputusan yang sama karena masing- masing kriteria mendekatinya dari sisi yang berbeda dari mata uang yang sama.
BAB:  III POHON KEPUTUSAN
A.       Pohon Keputusan dan Pembahasan “Expected Value Of Perfect Information (EVPI)”
Ada bebrapa macam teknik dalam pengambilan keputusan analisis pohon keputusan adalah salah satu proses pembuatan keputusan dengan menggunakan teknik penggambaran secara grafis di mana diperhitungkan probabilitas serta payoff dari setiap alternatif yang ada.
Pohon keputusan dapat digunakan dalam menganalisis keputusan di mana terdapat situasi ketidakpastian. Dipihak lain pohon keputusan juga dapat dipakai untuk menganaisis suatu keputusan di mana terdapat banyak alternatif keputusan yang harus diambil, serta di mana situasi masa depan mempunyai banyak kemungkinan- kemungkinan yang dapat terjadi.

B.       Usaha Peningkatan Akurasi Keputusan dan Perhitungan “Expected Value Of Sample Information (EVSI)”, dan Analisis Sensitivitas”

Pembuat keputusan selain membuat keputusan berdasarkan informasi yang kasar atau kurang lengkap seperti pada tahap awal, juga dapat meningkatkan mutu hasil keputusan agar lebih akurat dengan mencari informasi tambahan yang merupakan sampel (Simple Information).
Informasi tambahan tersebut dapat dilakukan dengan melakukan eksperimen atau penelitian mengenai situasi masa depan. Manfaat informasi tambahan tersebut dapat diperkirakan dengan memakai rumus EVSI. Di samping itu, perlu juga ditekankan mengenai tingkat efisiensi dari informasi yang diperoleh dari studi tersebut.

BAB IV: PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMBUATAN KEPUTUSAN
A.       Pengaruh Penggunaan Strategi pembuatan Keputusan.
Keterbatasan mental seseorang serta banyaknya beban pikiran dapat mempengaruhi kapasitasnya dalam pembuatan keputusan. Hal ini mengakibatkan seseorang cenderung memakai strategi pembuatan keputusan yang sederhana, yaitu strategi dengan prosedur yang relatif sederhana serta dengan cara-cara yang tidak sistematis.
Keuntungan penggunaan strategi pembuatan keputusan yang sederhana adalah lebih efisien dalam pemakaian  waktu da sumber daya lain, tetapi keburukannya adalah kualitas keputusan yang dibuat menjadi rendah. Beberapa jenis informasi yang digunakan dalam pembuatan keputusan adalah informasi dasar, informasi elaborasi dan informasi tentang “performance”.
B.       Mengembangkan Suatu Bentuk Pengmbilan Keputusan yang menggunakan Banyak Kriteria.
Multiattribute utility models merupakan salah satu teknik yang dapat membantu mengatasi keterbatasan-keterbatasan mental manusia dalam pembuatan keputusan. Dengan pemakaian multiattribue utility models para pembuat keputusan dituntun mencari dan memanfaatkan informasi yang relevan dengan kriteria-kriteria yang harus dipertimbangkan.
Telah dibuat dua contoh untuk menggambarkan bagaimana peranan dari teknik MAU model tersebut. tujuan dari penerapan yang pertaa yaitu membantu pembuat keputusan mencapai tujuan individual, sedangkan yang kedua adalah untuk mencapai tujuan organisasi. Namun demikian penggunaan MAU model, hanya sebagai alat bantu bagi pembuatan keputusan bukan menggantikan peranan manusia dalam membuat keputusan (judgment).
C.       Pohon Keputusan Untuk Membuat Satu Keputusan
Pohon keputusan merupakan suatu model grafik yang menggambarkan urutan suatu keputusan serta peristiwa-peristiwa yang mengandung situasi keputusan yang berangkai. Akhir dari cabang-cabang hasil pohon keputusan merupakan kesuksesan (payoff) dan keputusan yang diambil.
Untuk mendapatkan hasil dari suatu keputusan maka prosedur-prosedur yang dilaksanakan adalah :
·          Membentuk sebuah pohon keputusan dengan cabang-cabangnya.
·          Memotong cabang pohon keputusan berdasar informasi yang ada.
·          Mengubah masing-masing garpu hasil dengan nilai bersih yang diharapkan.
BAB V:  LINEAR PROGRAMMING DENGAN METODE GRAFIS
A.       Formulasi Model “Linear Programming”
Dalam lingkungan pembuatan keputusan, model sangat penting karena model meliputi inti dari permasalahan yang dibahas. Kemampuan memformulasika model yaitu membuat transisi antara masalah dunia nyata dan model kuantitatif merupakan langkah pertama yang penting dalam penggunaan “model” sebagai alat administrasi dan manajemen.
Semua model “linear Programming” mempunyai dua ciri yang sama yaitu adanya kendala-kendala yang harus diperhitungkan dan adanya sasaran yang ingin dimaksimir atau diminimisir. Pemakaian “linier programming” dalam pembuatan keputusan yang memperhitungkan adanya kendala serta model pembuatan keputusan yang memperhitungkan pengoptimasian pencapaian tujuan.
B.       Grafik dan Titik- titik Penyelesaian yang Feasible”
Sebagai alat bantu dalam pembuatan keputusan, model matematik Linear Programming ditujukan untuk memilih alternatif keputusan yang akan memaksimasi keuntungan atau meminimasi biaya dengan memperhatikan keterbatasan atau kendala-kendala yang ada. Untuk memecahkan masalah yang hanya memiliki 2 variabel keputusan dapat digunakan metode grafis, di mana keputusan yang optimal diperoleh denga hanya menggeser garis fungsi tujuan pada gambaran grafis dari seperangkat kendala-kendala yang dihadapi.
Dalam penyelesaiannya kadang-kadang ditemui permasalahan yang tidak dapat dipecahkan, seperti masalah “unbounded” di mana garis keuntungan mengarah ke suatu  yang tak terbahas dam masalah “infesiability” di mana tak ada kombinasi variabel keputusan yang dapat memnuhi semua kendala yang ada.


C.       Surplus And Slack Variables
Ciri dari variabel “slack” adalah ditandai oleh tanda plus (+) dan terletak di sebelah kiri dari tanda “lebih kecil atau sama dengan” dalam persamaan kendala.
Sebaliknya, penyelesaian yang optimal mungkin melebihi jumlah yang terletak di sebelah kanan tanda “lebih besar atau sama dengan” dari suatu persamaan kendala. Bila hal ini terjadi maka akan timbul variabel surplus.
Ciri dari variabel surplus ini adalah memakai tanda minus (-) dan terletak di sebelah kiri tanda “lebih besar atau sama dengan” dalam persamaan kendala.
D.      Aplikasi Metode Grafis Terhadap Model Minimasi (Model Min) dan Pembahasan Masalah “Unbounded” dan “Infeasible”
Masalah “unbounded” ini adalah sesuatu yang bersifat “pathological” (merupakan hal yang tidak sehat). Jenis patologi yang lain di dalam “linear programming) adalah  “in feasibility” atau “inconsistency”
BAB VI: PEMBUATAN KEPUTUSAN DALAM KELOMPOK
A.       Pertimbangan Dalam Memutuskan Pemakaian Pembuatan Keputusan Secara Kelompok
Dipertimbangkannya kelompok untuk membuat keputusan adalah karena keterbatasan kemampuan individu. Banyak kerugian dan keuntungan dari keputusan oleh kelompok ini. seorang manajer dapat mendelegasikan sebagian tugas-tugas kepada kelompok sebagai pembatunya. Dia juga harus dapat memutuskan kapan seseorang perlu diikutkan dalam kelompok, kapan dia harus melibatkan diri pada kelompok dan sebagainya.
B.       Pengelolaan Kelompok Keputusan
Pengelolaan “kelompok keputusan” meliputi penentua tugas dan perencanaannya. Di dalam pengorganisasian dan “staffing” kelompok keputusan perlu dipertimbangkan beberapa pedoman keikutsertaan seseorang dalam kelompok keputusan. Jumlah anggota serta herterogenitas dalam kelompok juga perlu diperhatikan agar kelompok tersebut efektif.


C.       Teknik- teknik Kelompok
Brainstorming, nominal group teacnique dan the Delphi teacnique merupakan 3 teknik yang biasa digunakan pada kelompok keputusan. Masing-masing teknik mempunyai kelebihan dan kekurangannya, serta penggunaan yang berbeda. Da beberapa faktor lain yang harus diperhatikan yang mempengaruhi keputusan dalam orgaisasi, misalnya waktu yang terseda, data?informas, kepentingan pribadi dan sumber daya.
BAB VII: MARKOV CHAINS
A.       Notasi Matriks
Sebuah matriks adalah susunan angka-angka berbentuk persegi. Angka-angka ini disusun dalam kolom dan baris sehingga setiap angka dapat diketahui lokasinya dengan menentukan baris dan kolomnya.
B.       Pemecahan Probabilitas- probabilitas Tetap
Ada 2 (dua) kunci untuk menetapkan probabilitas tetap yaitu :
P (t)  = P (t-1). T . dan P = P.T

BAB VIII: METODE ANTRI/ QUEUING METHOD
A.       Pelayanan Yang Memakai Satu Jalur (Single- Channel Waiting Line)
Untuk membantu manajer melakukan pengambilan keputusan yang lebih baik dan bijaksana dikembangkan suatu model kuantitatif yang disebut model antri (queuing model)
B.       Pelayanan Yang Memakai Lebih Dari Satu Jalur (Multiple- Waiting Line)
Dalam pemecahan masalah antri perlu diperhatikan adanya keseimbangkan antara berkurangnya biaya akibat dari peningkatan pelayanan dengan peningkatan biaya untuk pencapaian  pelayanan yang lebih baik.

BAB IX:  PERT DAN CPM
A.       PERT/ CPM (Networks)
PERT dan CPM telah digunakan untuk perencanaan, penjadwalan dan kontrol dari berbagai macam proyek yang luas. Ada perbedaan antara PERT dan CPM yang sifatna saling mengisi. Proses penjadwalan proyek dalam kerangka PERT dan CPM mempunyai tahapan-tahapan yang harus diikuti.
B.       Penyelesaian Proyek
Langkah pertama dalam perencanaan kegiatan ialah membuat daftar egiatan dan mempelajari hubungan urut-urutan kegiatan-kegiatan tersebut. Dalam kenyataan perkiraan waktu penyelesaian kegiatan-kegiatan suatu proyek tidak selalu bisa diketahui dengan pasti, namun untuk mendapatkan perkiraan waktu penyelesaian dapat dipakai rumus-rumus tertentu.

Share this article :

Poskan Komentar

Komentar yang membangun, akan membuat Bangsa kita Maju.

 
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger